Berita Terbaru

Camat Lubai Pimpin Gotong Royong Jumat Bersih, Wujudkan Lingkungan Kantor yang Bersih dan Asri

By On November 06, 2026


Pewarta: Iwan Brata Darma

LUBAI, LENSA DESA – Dalam upaya menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman, Camat Lubai, Wien Wierma Putra, S.STP., M.Si., memimpin langsung kegiatan gotong royong Jumat Bersih di lingkungan Kantor Kecamatan Lubai, Jumat (7/11/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Lubai, Monial Antoni, S.Pd., M.Si., Kasi Pemerintahan Bayu Anza, S.E., M.Si., serta seluruh staf, para kepala seksi (Kasi), kepala subbagian (Kasubag), personel Satpol PP dan Damkar Kecamatan Lubai.
Gotong royong dilaksanakan dengan membersihkan halaman kantor, merapikan lingkungan, serta menjaga kebersihan di sekitar area perkantoran.
Kegiatan Jumat Bersih ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan dan kepedulian seluruh jajaran Kecamatan Lubai terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan rutin tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana kantor yang bersih, tertata, asri, dan nyaman, sehingga dapat menunjang kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Sekcam Lubai Pimpin Jumat Bersih, Jaga Kebersihan Lingkungan Kantor Kecamatan

By On November 06, 2026



Pewarta: Iwan Brata Darma

LUBAI, Lensa Desa – Upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja terus dilakukan jajaran Pemerintah Kecamatan Lubai. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jumat Bersih yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat di lingkungan Kantor Camat Lubai.
Kegiatan Jumat Bersih pada Jumat (6/11/2026) dipimpin langsung oleh Sekcam Lubai Monial Antoni, S.Pd., M.Si. dan diikuti Kasi Pemerintahan Bayu Anza, S.E., M.Si., bersama seluruh staf, para Kasi, Kasubag, personel Satpol PP serta Damkar Kecamatan Lubai.
Seluruh peserta bersama-sama melakukan pembersihan dan penataan lingkungan kantor. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, rapi dan nyaman bagi aparatur maupun masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan.
Sekcam Lubai Monial Antoni menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan kantor, tetapi juga membangun kepedulian dan semangat gotong royong di kalangan jajaran Kecamatan Lubai.

Dengan dilaksanakannya kegiatan secara rutin setiap Jumat, diharapkan kebersihan lingkungan Kantor Camat Lubai tetap terjaga serta dapat mendukung terciptanya suasana kerja yang nyaman dan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik.

Sekcam Lubai Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Kekompakan Aparatur

By On November 06, 2026



Pewarta: Iwan Brata Darma

LUBAI, Lensa Desa – Pemerintah Kecamatan Lubai melaksanakan kegiatan apel pagi pada Jumat (6/11/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Lubai, Monial Antoni, S.Pd., dan diikuti seluruh staf kecamatan, para Kasi, serta personel Satpol PP dan Damkar Kecamatan Lubai.
Kegiatan apel pagi berlangsung sebagai bagian dari rutinitas kedinasan sekaligus sarana untuk meningkatkan kedisiplinan, kesiapan, dan kekompakan seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Sekcam Lubai Monial Antoni menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan, tanggung jawab, serta koordinasi antarjajaran dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Melalui kegiatan apel pagi secara rutin, diharapkan seluruh aparatur Kecamatan Lubai semakin solid, disiplin, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kuliah Subuh Ponpes Izzatul Quran Bekali Santri dengan Ilmu dan Nilai Keagamaan

By On November 06, 2026






Pewarta: Iwan Brata Darma

LUBAI ULU, Lensa Desa – Suasana penuh khidmat mewarnai kegiatan Kuliah Subuh di Pondok Pesantren Izzatul Quran. Para santri mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian sebagai bagian dari pembinaan keagamaan serta peningkatan pemahaman ilmu agama.


Kuliah Subuh khusus santri putri disampaikan oleh Ustadzah Ummi Nafi’ah, S.Pd, sementara untuk santri putra disampaikan oleh Ustadz Imam Hosen, S.Sos. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para santri untuk memperdalam ilmu keislaman sekaligus membangun kebiasaan positif dalam mengawali aktivitas sejak pagi hari.

Dengan suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan, para santri menyimak materi yang disampaikan oleh para ustadz dan ustadzah. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu membentuk karakter santri yang berilmu, berakhlak dan memiliki kedisiplinan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Pimpinan Pondok Pesantren Izzatul Quran, Kyai Ustadz Umam Pajri, S.Sos, terus mendorong berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang memiliki pemahaman agama serta akhlak yang baik.

Kuliah Subuh menjadi salah satu sarana pembinaan yang tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan dan kecintaan para santri terhadap ilmu agama.

Pimpinan Ponpes Izzatul Qur’an Kukuhkan Pengurus OSPIQ Periode 2026/2027, Siapkan Santri Berjiwa Pemimpin

By On November 05, 2026





Pewarta :Iwan Brata Darma

LUBAI ULU, LENSA DESA – Pondok Pesantren Izzatul Qur’an menggelar pengukuhan Organisasi Santri Pesantren Izzatul Qur’an (OSPIQ) periode 2026/2027. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan para santri.

Pengukuhan tersebut diikuti para santri dengan penuh khidmat. Prosesi ini sekaligus menjadi awal bagi para pengurus OSPIQ yang telah dipercaya untuk menjalankan tugas organisasi selama periode 2026/2027.

Pimpinan Pondok Pesantren Izzatul Qur’an, Kyai Ustadz Umam Pasti, S.Sos., menjadi sosok penting dalam pembinaan para santri agar tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan.

Melalui organisasi OSPIQ, para santri diharapkan dapat belajar bekerja sama, menumbuhkan rasa tanggung jawab, menjaga kedisiplinan, serta menjadi teladan bagi seluruh santri lainnya.

Organisasi santri juga menjadi wadah pembelajaran untuk melatih kemandirian, membangun kebersamaan, dan mempersiapkan generasi muda yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan OSPIQ periode 2026/2027, diharapkan seluruh pengurus dapat menjalankan amanah dengan baik, penuh keikhlasan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah.


Babinsa Karang Mulya Serda Imam Suryadi Monitoring Evaluasi Ketahanan Pangan BUMDes

By On November 05, 2026






Pewarta: Iwan Brata Darma

LUBAI ULU, LENSA DESA – Babinsa Desa Karang Mulya, Serda Imam Suryadi, melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Karang Mulya, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Kamis (6/11/2026).


Kegiatan tersebut melibatkan Pendamping Desa dan Tenaga Ahli Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi terhadap program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes dari Tahun Anggaran 2025.


Dalam monitoring tersebut, dilakukan pengecekan serta evaluasi terhadap pelaksanaan dan perkembangan program ketahanan pangan yang telah dijalankan oleh BUMDes.

Serda Imam Suryadi mengatakan, kegiatan monitoring ini merupakan bentuk pendampingan sekaligus upaya memastikan program ketahanan pangan desa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Monitoring ini penting untuk melihat secara langsung perkembangan program yang dikelola BUMDes, sehingga ke depan dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pengelolaan program desa agar berjalan secara baik, transparan dan berkelanjutan.

Ustadz Abu Ghozi Pimpin Apel Pagi, Ajak Karyawan PT BSM Tingkatkan Rasa Syukur Sebelum Bekerja

By On November 05, 2026



Pewarta: Iwan Brata Darma

LUBAI, MUARA ENIM, Lensa Desa – Mengawali aktivitas kerja dengan doa dan rasa syukur menjadi pesan yang disampaikan Ustadz Abu Ghozi saat memimpin apel pagi karyawan PT BSM di Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kamis (6/11/2026).

Puluhan karyawan tampak mengikuti apel dengan tertib sebelum memulai aktivitas kerja. Dengan mengenakan seragam serta perlengkapan keselamatan kerja, para pekerja mendengarkan arahan dan motivasi yang disampaikan dalam suasana penuh kebersamaan.

Dalam arahannya, Ustadz Abu Ghozi mengingatkan bahwa rasa syukur merupakan bagian penting dalam menjalani setiap pekerjaan dan kehidupan, apa pun kondisi yang sedang dihadapi.

“Bismillah, belajar meningkatkan rasa syukur itu penting, apa pun keadaannya,” pesan Ustadz Abu Ghozi kepada para pekerja.

Menurutnya, pekerjaan bukan hanya menjadi bagian dari tanggung jawab, tetapi juga merupakan kesempatan yang patut disyukuri. Karena itu, setiap aktivitas hendaknya diawali dengan niat yang baik, doa, serta kesadaran untuk menjaga keselamatan selama bekerja.

Apel pagi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, serta kesiapan para karyawan sebelum menjalankan tugas masing-masing.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan pembagian tugas kerja. Para karyawan kemudian bergerak menjalankan aktivitas sesuai tanggung jawab masing-masing.

Dengan mengawali pekerjaan melalui doa, motivasi, dan rasa syukur, diharapkan seluruh aktivitas operasional PT BSM dapat berjalan dengan aman, lancar, serta senantiasa mendapat keberkahan.

Kades Mansur Sigap, Jembatan Air Buaya Kecil Sumber Mulya Langsung Diperbaiki

By On November 03, 2026







Pewarta: Iwan Brata Darma

SUMBER MULYA, LENSA DESA – Menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan dan kepentingan masyarakat, Kepala Desa Sumber Mulya, Mansur, turun langsung meninjau sekaligus memimpin pengamanan Jembatan Air Buaya Kecil yang menghubungkan Desa Sumber Mulya dengan Desa Senuling, Selasa sore (3/11/2026).


Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul hilangnya satu batang pipa besi pada bagian jembatan. Kondisi itu dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan, mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.


Di lokasi, Mansur mengawasi langsung proses pengelasan dan pemasangan kembali bagian besi jembatan yang mengalami kerusakan. Peralatan las dan genset turut didatangkan menggunakan kendaraan pikap guna mempercepat pekerjaan.


Mansur mengatakan, perbaikan segera dilakukan agar kerusakan tidak semakin parah dan akses masyarakat tetap dapat digunakan dengan aman.

"Kita khawatir kalau tidak segera diperbaiki, material jembatan bisa hilang lagi dan membahayakan warga yang melintas. Ini merupakan akses penting penghubung Sumber Mulya dan Senuling. Karena itu, sore ini langsung kita lakukan pengelasan dan pengamanan," ungkap Mansur.

Jembatan Air Buaya Kecil memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas perkebunan dan pengangkutan hasil kebun.

Pemerintah Desa Sumber Mulya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi fasilitas umum agar tidak terjadi lagi kehilangan material maupun kerusakan yang dapat mengganggu kepentingan bersama.

Respons cepat tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Desa Sumber Mulya terhadap kondisi infrastruktur desa sekaligus upaya menjaga keselamatan masyarakat pengguna jalan.

Ustadz Abu Ghozi di Bukit Hijau Muara Enim: Jangan Mengira Allah Lengah terhadap Orang Zalim

By On November 02, 2026






Pewarta: Iwan Brata Darma

MUARA ENIM, LENSA DESA – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan dunia, manusia kerap dihadapkan pada berbagai ujian, mulai dari kesulitan ekonomi hingga ketidakadilan. Dalam kondisi tersebut, keyakinan kepada Allah SWT menjadi penguat hati agar tetap sabar, jujur, dan tidak membalas kezaliman dengan kezaliman.

Pesan mendalam itu tercermin dalam tausiyah Ustadz Abu Ghozi yang mengangkat makna firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, Surah Ibrahim ayat 42:

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ

Artinya: “Dan janganlah sekali-kali engkau mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim.”

Ayat tersebut mengingatkan umat Islam bahwa tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pengetahuan Allah SWT. Setiap kezaliman, ketidakjujuran, dan hak orang lain yang dirampas akan berada dalam pengetahuan serta keadilan-Nya.

Bagi orang yang sedang menghadapi ketidakadilan, pesan ini menjadi pengingat agar tidak kehilangan harapan. Ketika kebenaran belum mendapatkan tempat dan usaha yang jujur belum membuahkan hasil, seorang Muslim tetap diajak untuk menjaga iman, memperbaiki ikhtiar, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Ustadz Abu Ghozi juga mengingatkan pentingnya memahami nilai rububiyah, yakni keyakinan bahwa Allah SWT adalah Rabb yang menciptakan, memelihara, dan mengatur seluruh kehidupan.

Keyakinan tersebut semestinya melahirkan ketenangan, bukan keputusasaan. Kesulitan ekonomi bukan alasan untuk meninggalkan kejujuran, sementara keberhasilan duniawi bukan pembenaran untuk merendahkan atau menzalimi orang lain.

Ketenangan sejati pun tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta, tingginya kedudukan, atau pujian manusia. Lebih dari itu, ketenangan tumbuh melalui keimanan, ketulusan beribadah, dan hubungan yang kuat dengan Allah SWT.

Jangan Membalas Kezaliman dengan Kezaliman

Pesan penting lainnya adalah ajakan untuk tetap menjaga akhlak ketika menghadapi kesulitan. Orang yang merasa dirugikan hendaknya tetap menempuh jalan yang benar, memperjuangkan haknya dengan cara yang baik, serta tidak membiarkan kemarahan mendorongnya melakukan perbuatan yang melanggar ajaran agama.

Ibadah juga tidak seharusnya berhenti pada rutinitas atau simbol semata. Iman dan tauhid harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, dan sikap adil terhadap sesama.

Pada akhirnya, pesan Surah Ibrahim ayat 42 mengajak setiap Muslim untuk tidak berputus asa ketika menghadapi ketidakadilan. Allah SWT mengetahui segala sesuatu, dan manusia hendaknya terus menjaga kebenaran serta memperbaiki diri.

Sebab, ketika manusia tidak melihat keadilan hari ini, bukan berarti keadilan Allah telah hilang.

DPW Partai NasDem Sumsel Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang HUT ke-15

By On Oktober 31, 2026




Pewarta: Iwan Brata Darma

PALEMBANG, LENSA DESA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Sumatera Selatan menggelar upacara ziarah dan tabur bunga dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Restorasi, Menguatkan Bakti”, dengan semangat “Merawat Harapan, Mewujudkan Perubahan.”

Ketua Panitia HUT ke-15 Partai NasDem Sumsel, Yusuf Effendi, S.Sos., M.AP., turut berperan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Berdasarkan keterangan pada banner kegiatan, jajaran pengurus DPW Partai NasDem Sumsel terdiri atas H. Nopianto selaku Sekretaris DPW, H. Herman Deru selaku Ketua DPW, Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai NasDem, H. Fauzi Amro, M.Si. selaku Ketua DPP Partai NasDem Korwil Sumatera Selatan, serta Hj. Khoirunisa selaku Bendahara DPW.

Upacara ziarah dan tabur bunga menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.

Menjelang HUT ke-15 yang diperingati setiap 11 November, Partai NasDem membawa semangat restorasi untuk terus merawat harapan dan mewujudkan perubahan melalui kerja nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Camat SDL pimpin Jumsih, bangun budaya gotong royong dan lingkungan kantor yang bersih

By On Oktober 30, 2026





Pewarta : Iwan Brata Darma

MUARA ENIM, LENSA DESA – Komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih, asri, dan nyaman ditunjukkan Camat Semendo Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim,  Hasbullah Yusuf, SH, MM, dengan memimpin langsung kegiatan gotong royong Jumat Bersih (Jumsih) bersama jajaran staf di lingkungan Kantor Camat SDL, Jumat (30/10/2026) pagi.


Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap Jumat tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan kantor, tetapi juga memperkuat kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat gotong royong di kalangan aparatur pemerintahan.

Dalam kegiatan itu, Camat bersama staf bahu-membahu membersihkan halaman kantor, mencabut rumput liar di taman, menyapu halaman dan bahu jalan, membersihkan pot bunga, serta merapikan tanaman hias di sepanjang pagar kantor.

Kebersamaan terlihat saat seluruh pegawai terlibat aktif tanpa memandang jabatan. Semangat tersebut mencerminkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Camat SDL,  Hasbullah Yusuf,SH.MM.mengatakan bahwa kegiatan Jumsih bukan sekadar rutinitas membersihkan lingkungan, melainkan upaya membangun budaya kerja yang positif sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan kantor.

“Ini sudah menjadi budaya kami setiap Jumat. Selain menjaga kebersihan dan keasrian kantor agar nyaman untuk bekerja dan melayani masyarakat, kegiatan ini juga untuk memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong antarpegawai,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan kantor yang bersih, indah, dan tertata akan menciptakan suasana kerja yang nyaman serta memberikan kesan positif bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

“Kalau lingkungan kantor kita bersih, indah, dan nyaman, masyarakat yang datang untuk pelayanan pun akan merasa senang. Kita ingin memberikan contoh yang baik karena gotong royong merupakan bagian dari jati diri bangsa kita,” tambahnya.

Jumsih menjadi budaya kerja dan pelayanan

Melalui kegiatan Jumat Bersih, Kecamatan Semendo Darat Laut berupaya menanamkan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan harus dijaga secara konsisten, bukan hanya pada waktu tertentu.

Lingkungan kantor yang terawat merupakan salah satu unsur pendukung terciptanya suasana kerja yang nyaman dan pelayanan publik yang baik. Karena itu, keterlibatan seluruh jajaran menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan perkantoran.

Kegiatan Jumsih diharapkan terus dilaksanakan secara rutin setiap Jumat pagi sebagai wujud kebersamaan sekaligus komitmen jajaran Kecamatan SDL dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pegawai maupun masyarakat.

Sebab, gotong royong bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga merawat kebersamaan dan membangun kepedulian bersama.

EMPAT SISWA MTs NEGERI 3 MUARA ENIM BUKTIKAN KEMAMPUAN MENJADI BILAL JUMAT DI DESA MASING-MASING

By On Oktober 30, 2026




Pewarta :Sarjono

SEMENDE DARAT ULU, LENSA DESA – Program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan MTs Negeri 3 Muara Enim, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim, mulai menunjukkan hasil nyata. Empat siswa madrasah tersebut telah membuktikan kemampuan mereka dalam menjalankan tugas sebagai bilal Jumat di masjid desa masing-masing.
Keempat siswa tersebut adalah Razikin, M. Fahri, Riskiansyah, dan Andika. Mereka menjadi bagian dari generasi muda yang dibekali keterampilan keagamaan agar mampu tampil di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung pelaksanaan ibadah Jumat.
Adapun penempatan masing-masing siswa dalam kegiatan tersebut, yakni Razikin di Masjid Desa Palak Tanah, M. Fahri di Masjid Desa Kota Padang, Riskiansyah di Masjid Desa Pajar Bulan, serta Andika di Masjid Desa Aremantai.
Capaian ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan program Bilal Jumat yang diterapkan di MTs Negeri 3 Muara Enim. Melalui program tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran keagamaan di lingkungan madrasah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan yang telah dipelajari.

Program Bilal Jumat dilaksanakan setiap hari Jumat secara bergiliran berdasarkan kelas. Kegiatan diawali dengan gotong royong membersihkan lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan dan pelaksanaan tugas bilal.

Pola pembinaan tersebut diharapkan mampu menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kehidupan beragama di masyarakat.



Keberhasilan Razikin, M. Fahri, Riskiansyah, dan Andika menjadi contoh bahwa pembelajaran agama dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui keterlibatan mereka di masjid desa masing-masing, para siswa mendapatkan pengalaman berharga untuk menjalankan peran keagamaan sekaligus membangun rasa percaya diri ketika berada di tengah masyarakat.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk upaya madrasah dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga siap berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.



Kepala MTs Negeri 3 Muara Enim, Karmansyah, M.Pd., menjadi bagian dari upaya pengembangan program pembinaan siswa di lingkungan madrasah.

Pelaksanaan program Bilal Jumat turut didukung oleh dewan pembina, yaitu Ustaz Abdul Ghani, S.Pd.I., Ustaz Ibnu Alaan, S.Pd., Ustaz Amran Halim, S.Pd.I., Ustaz Isnan Hajri, S.Pd., Ustaz Rick, S.Pd., serta Ustaz Jumaidi, S.S.

Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa sekaligus membentuk karakter religius, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.



Program Bilal Jumat merupakan salah satu dari enam program unggulan MTs Negeri 3 Muara Enim. Program lainnya meliputi Tahfiz Al-Qur'an, Pramuka, Drumband, seni tari, dan olahraga.

Melalui berbagai program tersebut, madrasah berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi di bidang keagamaan, kedisiplinan, seni, dan keterampilan lainnya.

Keberhasilan empat siswa dalam menjalankan tugas sebagai bilal Jumat di desa masing-masing menjadi penyemangat untuk melanjutkan pembinaan dan melahirkan lebih banyak generasi muda yang memiliki kemampuan keagamaan serta kepedulian terhadap masyarakat.

Dengan demikian, MTs Negeri 3 Muara Enim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga diharapkan menjadi lingkungan pendidikan yang mendorong siswa mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


EMPAT SISWA MTs NEGERI 3 MUARA ENIM BUKTIKAN KEMAMPUAN MENJADI BILAL JUMAT DI DESA MASING-MASING

By On Oktober 30, 2026




Pewarta :Sarjono

SEMENDE DARAT ULU, LENSA DESA – Program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan MTs Negeri 3 Muara Enim, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim, mulai menunjukkan hasil nyata. Empat siswa madrasah tersebut telah membuktikan kemampuan mereka dalam menjalankan tugas sebagai bilal Jumat di masjid desa masing-masing.
Keempat siswa tersebut adalah Razikin, M. Fahri, Riskiansyah, dan Andika. Mereka menjadi bagian dari generasi muda yang dibekali keterampilan keagamaan agar mampu tampil di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung pelaksanaan ibadah Jumat.
Adapun penempatan masing-masing siswa dalam kegiatan tersebut, yakni Razikin di Masjid Desa Palak Tanah, M. Fahri di Masjid Desa Kota Padang, Riskiansyah di Masjid Desa Pajar Bulan, serta Andika di Masjid Desa Aremantai.
Capaian ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan program Bilal Jumat yang diterapkan di MTs Negeri 3 Muara Enim. Melalui program tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran keagamaan di lingkungan madrasah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan yang telah dipelajari.

Program Bilal Jumat dilaksanakan setiap hari Jumat secara bergiliran berdasarkan kelas. Kegiatan diawali dengan gotong royong membersihkan lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan dan pelaksanaan tugas bilal.

Pola pembinaan tersebut diharapkan mampu menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kehidupan beragama di masyarakat.



Keberhasilan Razikin, M. Fahri, Riskiansyah, dan Andika menjadi contoh bahwa pembelajaran agama dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui keterlibatan mereka di masjid desa masing-masing, para siswa mendapatkan pengalaman berharga untuk menjalankan peran keagamaan sekaligus membangun rasa percaya diri ketika berada di tengah masyarakat.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk upaya madrasah dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga siap berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.



Kepala MTs Negeri 3 Muara Enim, Karmansyah, M.Pd., menjadi bagian dari upaya pengembangan program pembinaan siswa di lingkungan madrasah.

Pelaksanaan program Bilal Jumat turut didukung oleh dewan pembina, yaitu Ustaz Abdul Ghani, S.Pd.I., Ustaz Ibnu Alaan, S.Pd., Ustaz Amran Halim, S.Pd.I., Ustaz Isnan Hajri, S.Pd., Ustaz Rick, S.Pd., serta Ustaz Jumaidi, S.S.

Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa sekaligus membentuk karakter religius, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.



Program Bilal Jumat merupakan salah satu dari enam program unggulan MTs Negeri 3 Muara Enim. Program lainnya meliputi Tahfiz Al-Qur'an, Pramuka, Drumband, seni tari, dan olahraga.

Melalui berbagai program tersebut, madrasah berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi di bidang keagamaan, kedisiplinan, seni, dan keterampilan lainnya.

Keberhasilan empat siswa dalam menjalankan tugas sebagai bilal Jumat di desa masing-masing menjadi penyemangat untuk melanjutkan pembinaan dan melahirkan lebih banyak generasi muda yang memiliki kemampuan keagamaan serta kepedulian terhadap masyarakat.

Dengan demikian, MTs Negeri 3 Muara Enim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga diharapkan menjadi lingkungan pendidikan yang mendorong siswa mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


MI INSAN CENDEKIA LUNCURKAN 6 PROGRAM UNGGULAN, CETAK GENERASI QUR’ANI DAN BERPRESTASI

By On Oktober 30, 2026








Pewarta: Iwan Brata Darma

LUBAI ULU, LENSA DESA – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Insan Cendekia yang berlokasi di Desa Sumber Asri, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, terus berkomitmen membentuk generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, kreatif, dan berprestasi melalui enam program unggulan yang diterapkan dalam kegiatan pendidikan sehari-hari.



Salah satu kegiatan yang menjadi ciri khas madrasah tersebut adalah Jumat Berkah, yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat pagi. Kegiatan ini diikuti para siswa bersama dewan guru dengan rangkaian aktivitas yang mengedepankan kebersihan lingkungan, pembiasaan ibadah, pengembangan kemampuan, serta pembentukan karakter sejak usia dini.



Menariknya, kegiatan Jumat Berkah selalu diawali dengan gotong royong membersihkan lingkungan madrasah, termasuk halaman dan area masjid. Para siswa bersama guru bergotong royong menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar.



Kegiatan dilaksanakan secara bergiliran oleh masing-masing kelas, sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi, tampil di depan teman-temannya, serta melatih keberanian dan rasa tanggung jawab.


Pengasuh sekaligus pembina MI Insan Cendekia, Kyai Ustadz Umam Pajri, S.Sos., memberikan bimbingan agar setiap kegiatan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keislaman dan membangun kepribadian siswa.


Menurutnya, pembiasaan positif perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga berakhlak baik dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Setiap Jumat, kami ingin anak-anak belajar bahwa kebersihan, ibadah, dan kreativitas merupakan bagian penting dalam kehidupan. Karena itu, kegiatan diawali dengan gotong royong, kemudian dilanjutkan dengan berbagai aktivitas keagamaan dan pengembangan bakat siswa,” ungkapnya.

ENAM PROGRAM UNGGULAN MI INSAN CENDEKIA

Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut, MI Insan Cendekia menjalankan enam program unggulan yang menjadi bagian dari pembinaan siswa.

1. Tahfidzul Qur’an

Program menghafal Al-Qur’an untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap kitab suci sekaligus membiasakan mereka berinteraksi dengan Al-Qur’an sejak usia dini.

2. Muhadhoroh Akbar

Kegiatan latihan pidato dan dakwah untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, serta menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

3. Seni Tari

Wadah pengembangan kreativitas dan bakat siswa melalui seni tari, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kemampuan mereka secara positif.

4. Literasi

Pembiasaan membaca dan menulis guna memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berbahasa, serta menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.

5. Mengaji Sebelum Masuk Kelas

Pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum memulai pelajaran sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membangun suasana belajar yang religius.

6. Salat Duha Berjamaah

Pembiasaan ibadah untuk menanamkan kedisiplinan, membangun karakter religius, serta mendekatkan siswa kepada Allah SWT.

MEMBANGUN KARAKTER SEJAK DINI

Melalui berbagai kegiatan tersebut, MI Insan Cendekia berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sesuai kemampuan masing-masing, baik dalam bidang keagamaan, literasi, keberanian berbicara, maupun kreativitas seni.

Pelaksanaan kegiatan secara bergiliran juga memberikan kesempatan yang lebih luas kepada siswa untuk terlibat aktif. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi turut belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan menghargai kemampuan orang lain.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menyeimbangkan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, MI Insan Cendekia Desa Sumber Asri diharapkan mampu melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak mulia, berwawasan luas, serta siap menghadapi tantangan m

JUMAT BERKAH, USTADZ ABU GHOZI PIMPIN APEL PAGI DAN DOA BERSAMA KARYAWAN PT BSM

By On Oktober 30, 2026



Pewarta: Iwan Brata Darma

MUARA ENIM, LENSA DESA – Mengawali aktivitas pekerjaan dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan, Ustadz Abu Ghozi memimpin apel pagi sekaligus doa bersama karyawan PT Bara Sawit Mandiri (BSM), Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB tersebut diikuti puluhan karyawan, khususnya bagian bongkar muat dan operasional. Para karyawan tampak mengikuti kegiatan dengan tertib mengenakan seragam kerja serta perlengkapan keselamatan kerja.

Dalam arahannya, Ustadz Abu Ghozi mengajak seluruh karyawan untuk senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan dan kesempatan bekerja. Ia juga mengingatkan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan niat tulus, penuh tanggung jawab, dan dilandasi kejujuran merupakan bagian dari ibadah.

Menurutnya, setiap pekerjaan hendaknya diawali dengan doa dan niat yang baik agar memperoleh keberkahan. Selain itu, keselamatan kerja, kedisiplinan, kekompakan, serta kewajiban menjalankan ibadah salat harus tetap menjadi perhatian setiap karyawan.

"Bekerja bukan hanya untuk mencari nafkah, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah. Mari awali pekerjaan dengan Bismillah, jaga keselamatan, tingkatkan kekompakan, dan jangan meninggalkan salat. Semoga setiap usaha kita membawa keberkahan bagi keluarga," pesannya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh aktivitas operasional PT BSM berjalan lancar, seluruh karyawan senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, serta terhindar dari segala bentuk kecelakaan kerja.

Kegiatan apel pagi dan pembinaan rohani tersebut menjadi momentum positif untuk membangun keseimbangan antara produktivitas kerja, kedisiplinan, dan penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan perusahaan.

Dengan semangat Jumat Berkah, diharapkan seluruh karyawan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan penuh semangat, profesional, serta senantiasa mengutamakan keselamatan dalam bekerja.


Polsek Lubai Ungkap Kasus Penganiayaan di Desa Aur, Pelaku Ditangkap Tim Srigala Lubai

By On Oktober 30, 2026






Tim Liputan 

MUARA ENIM, LENSA DESA – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Lubai berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Desa Aur, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim. Seorang pria berinisial J (36) berhasil diamankan Tim Srigala Lubai pada Rabu malam (28/10/2026).

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah Kapolsek Lubai AKP Aisen Hower, S.H., menerima informasi mengenai keberadaan terduga pelaku di wilayah Desa Aur.

Kapolsek kemudian memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Lubai, IPDA Mahali Ramdoni, S.H., M.H., untuk memimpin Tim Srigala Lubai melakukan pencarian dan penangkapan.

Berdasarkan informasi yang diterima, terduga pelaku ditemukan sedang berada di sebuah lapak sawit milik warga di Desa Aur. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan untuk dibawa ke Polsek Lubai guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Diduga Terjadi Penganiayaan Menggunakan Parang

Berdasarkan keterangan dalam laporan kepolisian, peristiwa penganiayaan tersebut bermula ketika korban berinisial Z (45), warga Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, mendatangi sebuah warung di Desa Aur untuk mengambil pakaian milik Fitriyanti.

Saat berada di lokasi, korban bertemu dengan terduga pelaku. Ketika korban hendak mengambil perlengkapan mandi di kamar mandi, terduga pelaku diduga menyerangnya menggunakan sebilah parang.

Terduga pelaku kemudian kembali mengayunkan parang ke arah kepala korban. Korban berusaha menangkis serangan tersebut menggunakan tangan kiri dan berupaya memegang parang hingga akhirnya terlepas.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada tangan kiri serta luka lecet di bagian belakang tubuh. Korban selanjutnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Beringin dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubai.

Polisi Amankan Barang Bukti

Dalam penanganan perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu lembar baju lengan panjang berwarna abu-abu dan satu lembar celana panjang berwarna biru.

Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan terduga pelaku, mengamankan barang bukti, serta melakukan koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk kepentingan proses hukum selanjutnya.

Perkara tersebut ditangani berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/154/X/2026/Reskrim/Res ME/Sek RB. Lubai, tertanggal 27 Oktober 2026.

Terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 466 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum oleh Polsek Lubai dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Proses hukum selanjutnya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


TIM SRIGALA LUBAI POLSEK LUBAI BERHASIL TANGKAP TERDUGA PELAKU PENGANIAYAAN DI DESA AUR

By On Oktober 30, 2026







Tim Liputan

MUARA ENIM, LENSA DESA – Tim Srigala Lubai Polsek Lubai berhasil mengamankan seorang pria berinisial J (36), yang diduga terlibat dalam kasus tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam di Desa Aur, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.

Terduga pelaku ditangkap pada Rabu malam (28/10/2026), sekitar pukul 21.00 WIB, di sebuah lapak sawit milik warga di Desa Aur. Penangkapan dilakukan setelah Kapolsek Lubai AKP Aisen Hower, S.H., menerima informasi mengenai keberadaan terduga pelaku.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Lubai memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Mahali Ramdoni, S.H., M.H., memimpin Tim Srigala Lubai untuk melakukan pencarian dan penangkapan.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan. Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Polsek Lubai untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Diduga Dibacok Menggunakan Parang

Berdasarkan keterangan dalam laporan kepolisian, peristiwa tersebut bermula ketika korban berinisial Z (45), warga Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, mendatangi sebuah warung di Desa Aur untuk mengambil pakaian milik seorang perempuan bernama Fitriyanti.

Saat berada di lokasi, korban bertemu dengan terduga pelaku. Ketika korban hendak mengambil perlengkapan mandi di kamar mandi, terduga pelaku diduga menyerang korban menggunakan sebilah parang.

Terduga pelaku kemudian kembali mengayunkan parang ke arah kepala korban. Korban berusaha menangkis serangan tersebut menggunakan tangan kiri hingga terjadi perebutan parang.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada tangan kiri serta luka lecet di bagian belakang tubuh. Korban kemudian mendapatkan perawatan di Puskesmas Beringin dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubai.

Tim Srigala Lubai Lakukan Proses Penyidikan

Dalam penanganan perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu lembar baju lengan panjang berwarna abu-abu dan satu lembar celana panjang berwarna biru.

Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan terduga pelaku, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk kepentingan proses hukum selanjutnya.

Perkara tersebut tercatat dalam laporan polisi Nomor: LP/B/154/X/2026/Reskrim/Res ME/Sek RB. Lubai, tertanggal 27 Oktober 2026.

Terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 466 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Keberhasilan Tim Srigala Lubai dalam mengamankan terduga pelaku menjadi bagian dari upaya Polsek Lubai dalam menindaklanjuti laporan masyarakat dan menegakkan hukum di wilayah Kecamatan Lubai dan sekitarnya.

Saat ini, proses penyidikan lebih lanjut dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.